Bagaimana Sebaiknya Toko Online itu? (Bagian 1)
- 21 Comment

Menyambung tulisan sebelunya dan komentar dari Mas Jimmy, disini dan Om Cosa, disini. Saya jadi merasa tertantang untuk menulis mengenai toko online. Tulisan ini sebenarnya bukan tulisan yang sudah matang, alias masih membutuhkan banyak masukan dari teman-teman semua.
Dalam menulis posting ini, ada baiknya kita memposisikan diri diposisi calon konsumen. Saya membayangkan, jika saya ada dipihak konsumen maka saya akan membeli dari toko online yang :
1. Profesional (minimal ‘berkesan’ profesional)
Profesinal ini saya ukur pertama dari perwajahan. Tampilan depan toko online haruslah menjaga kesadaran pengunjung. Dalam artian, merepresentasikan diri secara jelas dan singkat namun memberi kekuatan menjual.
yang kedua adalah pengunjung memiliki kemudahan visual untuk menjangkau semua halaman, tidak kerepotan dengan navigasi toko dan harus menurunkan scrollbar untuk menjangkau menu-menu penting. Sitemap dapat benar-benar berfungsi sebagai peta yang menunjukkan arah kemana untuk menjangkau barang apa.
Jangan rusak pemandangan. Peletakan gambar manusia akan membuat toko dirasa cukup nyaman. Karena perjalanan didunia internet memang sepi. Didepan monitor sendiri. Masuk ke toko sendiri. Cari barang sendiri. Saya akan senang masuk ke toko yang ada manusianya. Jadi, simpanlah walah anda sekaligus personil bisnis anda dihalaman toko online anda.
2. Hotline dan email yang jelas
Email yang baik untuk toko online tentu email yang dimiliki sendiri dan bukan email gratis. Saya rasa ini memberikan perbedaan. Sederhananya begini, Jika anda berusaha menjual kepada saya barang dan harga sebesar 1.000.000 maka anda adalah pemilik bisnis yang seharusnya berani berinvestasi untuk memiliki toko sendiri.
Email sendiri tentunya memiliki syarat yaitu kepemilikan domain sendiri. Jika tidak, itu akan cukup membuat konsumen menjadi ragu. Ingat, anda membuat toko online, bukan sewa kosan yang hanya dipakai tidur dan tidak menghasilkan uang.
Selain Email toko online juga dilengkapi oleh hotline. Jika saya menelepon, saya harus dijawab oleh manusia
3. Selalu online 24 Jam
Online 24 jam membuat calon konsumen merasa berhubungan dengan manusia. Walaupun bagi pihak pebisnis tentu saja akan lebih hemat jika semuanya dapat diotomatisasi, karena tidak perlu membayar karyawan untuk bergadang. Mungkin karena saya merasa sangat terbantu sekali kalau setiap keraguan terhadap transaksi bisa dijawab tanpa perlu menunggu.
Secara spikologis konsumen akan merasa lebih aman jika dapat setidaknya berkomunikasi langsung, yang saya maksud adalah via chat (itukan sudah langsung
).
Nah, ini adalah saya, jika saya menjadi calon konsumen.
Jika anda menjadi calon konsumen bagaimana? Silahkan sharing, saya akan sangat senang mendapatkan masukan dari teman-teman blogger semua
gambar diambil dari clutterfree.biz
Related posts:
- Bagaimana Seharusnya Toko Online Itu? (Bagian 2)
- Cara untuk Gagal dalam Bisnis Online (Bagian 1)
- Bisnis Online : Sebuah Pengantar
- Belajar Bisnis Online : 3 Alasan Menulis Mengenai Kepakaran Anda
- Blogger Manager : Kebutuhan Baru Bisnis Anda
21 Comments on this post
Trackbacks
- Ronggo said:
- kishandono said:
- jimmy said:
- Ollie said:
- Zalukhu said:
- juned said:
- Arikaka said:
- jimmy said:
- yudi said:
- audy said:
- hakimtea said:
- Donny Kapahang said:
-
theresia said:
klo buka toko online, sebaiiknya produk kita sendiri apa cari dri org ain yaNovember 1st, 2008 at 3:37 pm -
theresia said:
sorry keyboardnya error jadi nulis salah2 ajaNovember 1st, 2008 at 3:40 pm - Wahyudi said:
- arikaka said:
-
blogicthink said:
Hehe… Iya mas Arikaka… Wajahnya
beda, ada dua gravatarnya…
hihihi…May 3rd, 2009 at 3:26 am
![Best Wordpress Themes, Blogspot Templates and Make Money Online @ BLogicThink [dot] com Best Wordpress Themes, Blogspot Templates and Make Money Online @ BLogicThink [dot] com](http://i243.photobucket.com/albums/ff318/sayasatria/makemoneyonlineblogging.png)
Link to this page




[...] melengkapi kerinduan terhadap wacana toko online yang sempat ditulis yaitu dari perspektif konsumen dan pebisnis. Waduh… kayaknya, kepanjangan nih pembukaannya, yo weiz… selamat [...]
[...] posting sebelumnya mengenai toko online disini, yang saya tulis berdasarkan sudut pandang konsumen. Kali ini kita akan membahas toko online dari [...]
[...] Bagaimana Sebaiknya Toko Online itu? (Bagian 1) [...]
[...] Bagaimana Seharusnya Toko Online Itu? (Bagian 1) [...]