Bagaimana Seharusnya Toko Online Itu? (Bagian 2)
- 11 Comment

Menyambung posting sebelumnya mengenai toko online disini, yang saya tulis berdasarkan sudut pandang konsumen. Kali ini kita akan membahas toko online dari sudut pandang pemilik toko.
Mungkin ini tidak bisa dikatakan sebagai tips membangun toko online, tapi paling tidak seandainya saya memiliki toko online berikut ini adalah hal-hal yang saya pertimbangkan :
Jangan jual semuanya
Setahu saya Jeff Bezos memulai Amazon dengan menjual eBook (koreksi jika saya salah). Kini amazon leading di bisnis toko online dengan menjual banyak sekali produk. Saya sering terheran-heran jika mengingat warung tradisional yang ada disekitar komplek perumahan. Banyak warung didirikan, dan banyak juga warung yang tutup.
Kita seringkali berfikir bahwa kesuksesan bisa diterapkan pada setiap kondisi, kenyataannya tidak. Dalam logika ini dikenal dengan istilah fallacy of retrospective determinism, anggapan bahwa suatu kondisi bisa diterapkan secara mutlak sama pada subjek yang lain.
Membangun toko online, anda sebaiknya punya cita-cita besar (mungkin menjadi sebesar Amazon suatu saat), tapi buatlah langkah anda sendiri, yang sesuai dengan target, positioning dan kondisi pasar anda. Belajar dari mereka yang sukuses, saran saya, jangan jual semuanya. Pasar anda adalah tempat dimana produk anda dapat menjadi yang terbaik. Selain itu bukan.
Bangun Brand
Awalnya konsumen datang ke toko anda setelah menemukannya di search engine. Selanjutnya, buatlah mereka mengenali toko anda. Biarkan untuk tahap selanjutnya konsumen mendapatkan toko anda dengan mengetik URL toko langsung dibrowser mereka. Dalam toko tradisional, biasanya konsumen dapat membawa pulang kartu nama atau minimal browser promosi toko. Bagi toko online, kita bisa memberikan sesuatu yang khas toko kita, berikanlah bonus sebagai kenang-kenangan yang dilengkapi merek toko anda. Seperti kalender, eBook modul berisi tips-tis, dll jangan lupa cantumkan merek anda.
Komunikasi Instan, Cepat dan tak tertunda
Menunggu itu membosankan. Karenanya jangan buat konsumen menunggu. Andapun akan malas menunggu. Jangan pernah membuat orang menunggu. Buatlah ‘kalimat sambutan yang secara otomatis dikirim ke alamat email pelanggan’, sesuatu yang tidak memerlukan jeda, tidak perlu menunggu. Minimal berisi kata-kata ‘Terima kasih, kami akan mengirimkan data pemesanan anda selanjutnya. Terima kasih telah memilih kami sebagai toko online kepercayaan anda’.
Selanjutnya, anda harus mencari cara untuk mengotomatisasi pengiriman tahap-tahap pembayaran selanjutnya, termasuk pengiriman produk jika produk anda adalah produk elektronik, untuk produk tangible anda masih harus mengurus proses pengiriman barang.
Padukan dengan blog
Pada toko tradisional lokasi sangat menentukan, lokasi yang strategis akan membantu anda untuk meningkatkan profit. Keterjangkauan toko oleh konsumen akan menjadi factor yang penting. Untuk masalah toko online tidak jauh berbeda. Untuk itu, alternatf yang lebih murah dari memasang baligho dan spanduk iklan dijalan (analogi offline untuk adsense) lebih baik anda mencari lokasi yang sewa tempatnya murah namun strategis.
Ini adalah istilah yang saya gunakan untuk pembuatan blog sebagai perantara yang ampuh untuk mengantarkan konsumen ke toko online anda. Blog yang kaya konten akan lebih dicintai oleh search engine ketimbang toko online anda yang (jika mungkin hanya) berisi gambar, keranjang, dan form pemesanan.
Blog akan bermanfaat untuk membangun kepakaran, branding dan menapaki halaman demi halaman hasil pencarian . Jadikan blog sebagai media promosi. Saya percaya blog akan menjadi core marketing. Jualah produk anda, sekaligus toko anda melalui blog. Konversikan pengunjung blog anda sebagai menjadi konsumen yang loyal. Akan lebih menyenangkan jika teman yang baik memberikan rekomendasi kepada calon konsumen. Saat ini ROI (return of investment) bergerak menjadi return of influence.
Bangun komunitas
Jika anda adalah anggota komunitas bikers (motor tertentu), atau anggota karang taruna, anda akan lebih mudah diajak untuk membeli suatu produk yang diperuntukkan untuk komunitas tertentu. Jika komunitas bikers membuat jaket seragam, kemungkinan kecil saja anggota yang tidak ikut memesan.
Kita dapat belajar dari komunitas belajar adsense dll dari blog Om Cosa. Ketika Om Cosa memutuskan untuk menjual produk, maka hasilnya bisa ditebak. Jika anda memiliki kepakaran yang khas, dan dapat menginisiasi terbentuknya komunitas, anda dapat mengubah potensi itu menjadi kemampuan menjual.
Ok, mungkin tulisan ini tidak dapat dikatakan sebagai tips. Tulisan ini hanya posting sederhana yang tidak keluar dari seorang pakar. Jika anda menyukai kesederhanaan, dan tidak ingin melewatkan posting-posting sederhana selanjutnya, klik saja disini untuk berlangganan posting terbaru.
Salam sukses.
Related posts:
- Bagaimana Sebaiknya Toko Online itu? (Bagian 1)
- Cara untuk Gagal dalam Bisnis Online (Bagian 1)
- Blogger Manager : Kebutuhan Baru Bisnis Anda
- Belajar Bisnis Online : 3 Alasan Menulis Mengenai Kepakaran Anda
- Bisnis Online : Sebuah Pengantar
11 Comments on this post
Trackbacks
-
yudi said:
bukan main, pengelola blog ini sepertinya sudah banyak sekali belajar berjualan online. salut mas, ditunggu selalu tulisan2 berikutnya.salam
———————————-
makasih Mas, sama-sama masih belajar kok…
Kalau kita tau ilmunya, kayaknya ngelola toko online juga jadi lebih gampang, dan gak terlalu makan waktu untuk setupnya
July 26th, 2008 at 10:21 am - LeOden said:
- Fachia said:
- Artha said:
- jimmy said:
- Mas Kopdang said:
- juned said:
- harianku said:
- Wahyudi said:
![Best Wordpress Themes, Blogspot Templates and Make Money Online @ BLogicThink [dot] com Best Wordpress Themes, Blogspot Templates and Make Money Online @ BLogicThink [dot] com](http://i243.photobucket.com/albums/ff318/sayasatria/makemoneyonlineblogging.png)
Link to this page




[...] yang mungkin hanya bisa dimengerti oleh para pengunjung yang sebelumnya sudah memahami bisnis online. Sebuah dilema yang memang kadang tidak terpikirkan oleh blog-blog yang mengangkat masalah bisnis [...]
[...] kerinduan terhadap wacana toko online yang sempat ditulis yaitu dari perspektif konsumen dan pebisnis. Waduh… kayaknya, kepanjangan nih pembukaannya, yo weiz… selamat [...]